Inilah Kuliner Cirebon Yang Dinyanyikan Fransoa, Band Punk Rock Asal Prancis

Fransoa, band asal Prancis.
Baru-baru ini masyarakat Indonesia dihebohkan dengan sebuah video klip yang kocak abis dari band punk rock asal Prancis. Uniknya, band yang bergenre punk ini membawakan lagu yang bertemakan kuliner Indonesia, dengan judul “Aku Lapar”. Saking kocaknya video klip tersebut, banyak juga kalangan musisi Indonesia yang berkomentar mengenai band yang satu ini, salah satunya komentar dari Katon Bagaskara. Dia memposting sebuah foto di facebooknya dengan caption "lihat video Ini deh, gokil abeeeeees!!!! cocok banget buat orang kuliner kayak gueeee :D :D :D".

Fransoa, adalah band punk rock yang membawakan lagu tersebut. Di dalam lagu yang berdurasi 4 menit, Fransoa menyebutkan 43 nama kuliner khas Indonesia. Dari daftar 43 nama kuliner Indonesia yang disebutkan Fransoa dalam nyanyiannya itu, 2 diantaranya adalah nama kuliner khas Cirebon, yaitu Mie Kocok dan Empal Gentong.

Mie Kocok.
Musisi Indonesia saja penasaran, sampe-sampe banyak yang "ngidam" pengen nyobain nama-nama makanan yang disebutkan Fransoa. Ini membuktikan bahwa lagu tersebut mempunyai daya tarik tersendiri selain konsep video klipnya yang kocak. Sebagai orang Indonesia, khususnya orang Cirebon tentunya saya senang dengan adanya lagu ini, apalagi dibawakan oleh orang luar negeri. Ini bisa menjadi salah satu promosi untuk menarik wisatawaan mancanegara untuk mencicipi berbagai kuliner khas Indonesia yang begitu melimpah ruah, khususnya kuliner khas Cirebon.

Empal gentong
Dan masih berkaitan dengan lagu bertema kuliner khas Indonesia, beberapa jam lalu sebelum tulisan ini diposting, saya mendapat info dari Kang Dodi, yang juga salah satu anggota Blogger Cirebon (REBON.org), ternyata ini bukan kali pertama orang luar negeri membawakan lagu yang bertema kuliner Indonesia. Salah satunya ada Tante Lien. Berdasarkan data wikipedia.org, Tante Lien mempunyai nama asli Louisa Johanna Theodora “Wieteke” Vaan Dort adalah wanita berkebangsaan Belanda. Tante Lien membawakan lagu dengan judul “Geef Miij Maar Nasi Goreng” yang artinya “beri saya nasi goreng”, dan didalam lagunya ada lirik “Wat sambal en wat kroepoek” yang berarti krupuk dan sambal, menurut Kang Dodi, jika disusun dengan baik dan enak di dengar, mungkin ini maksudnya adalah  krupuk sambal, salah satu kuliner khas Cirebon. Disebutkan juga trasi, juga tahu petis. Untuk cerita lebih jelasnya mengenai lagu dari Tante Lien ini, beberapa hari lagi akan kami postingkan.

Setelah beberapa menit menulis artikel kuliner ini, ternyata saya terbawa Fransoa effect. AKU LAPARRR...!!! Ayo kita berburu kuliner nusantara!


Sumber foto : Google

About Jurnal Teknologi

Kami adalah anggota Komunitas Blogger Cirebon, menulis, meliput, mengedukasi, dan membangun Cirebon melalui internet dan teknologi adalah misi kami untuk mewujudkan Cirebon Smart City. Bergabunglah bersama kami, follow @Rebon_Org atau Wa 085224731010.

8 komentar:

  1. Wakakakakakakakak... Mantaaaaaaap...

    ReplyDelete
  2. sikattttttttttttttttttttttttttttttttttt

    ReplyDelete
  3. Walah jadi inget lagu "Kota Cerbon" sama lagu "Sega Jamblang" eh lagu "Es Lilin" juga..
    Jadi heran kenapa band-band luar bikin lagu-lagu promosi kuliner Indonesia, mungkin mereka ingin "ditanggap" di Indonesia, lantas band rock dalam negeri pada mlongoooo... :o

    ReplyDelete
    Replies
    1. sibuk bercinta musisinya, aja liat sendiri lagu2 banyak tema cinta2 mehe mehe

      Delete
    2. Oknum musisi Indonesia sibuk bergalau dan menjual goyangan yg tidak senonoh :D

      Delete
  4. Saya tertarik dengan tulisan anda ini. Saya mempunyai tulisan mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas andreas, siap segera kami kunjungi ya :)

      Delete
  5. Saya tertarik dengan tulisan anda ini. Saya mempunyai tulisan mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Indonesia

    ReplyDelete