Begini Pengalaman Blogger Cirebon Saat Meliput Acara Kelas Inspirasi Cirebon

Santosa sedang berada di depan ruang guru SDN 2 Dukuh, Kapetakan, Cirebon
Kegiatan Liputan - Rebon.Org, Baru dua hari selang kegiatan acara Kelas Inspirasi Cirebon di 10 sekolah dasar negeri (milik pemerintah) yang berada di wilayah kota dan kabupaten Cirebon. Acara yang intinya melakukan pengajaran dan memberikan motivasi kepada anak-anak, agar mereka memiliki cita-cita yang tinggi. Maka dari itulah beragam profesional muda memotivasi mereka dengan gaya mereka saat mengajar di kelas.

Saya (Santosa), Taufik, Agus, dan Dodi saat itu ikut merapat di acara breafing Kelas Inspirasi di Keraton Kanoman Cirebon. Saat itu hari Minggu (16 Agustus 2015), Pangeran Patih Qodirun, mengatakan rasa terimakasih dan kebanggaannya terhadap anak-anak muda, khususnya untuk teman-teman dari Kelas Inspirasi Cirebon yang akan terjun ke 10 SD di Cirebon. Ia pun berpesan bahwa generasi saat ini sudah saatnya terus melestarikan tentang nilai-nilai dan budaya lokal Cirebon. "Karena bagaimana pun tempat ini (Keraton Kanoman) adalah milik bersama. Sehingga nilai-nilai luhur perlu untuk dilestarikan bersama-sama." 

Kondisi SDN 2 Dukuh
Saat itu Selasa (18 Agustus 2015) saya kebagian di SDN 2 Dukuh, yang berada di Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon. Saat melihat tempatnya, aduh memprihatinkan. Ruang gurunya cuma ada satu, itu pun harus dibagi untuk ruang Kepala Sekolah. Saya berharap pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon meninjau sekolah ini, karena memang butuh sarana dan prasarana yang layak dan manusiawi. Karena, saya percaya, meningkatnya mutu pendidikan anak, akan berbanding lurus dengan kondisi media pembelajarannya (termasuk untuk gurunya). 

Saat berada di sana, saya belum tahu tempat WC-nya ada di mana, atau mungkin tidak ada WC, kondisi yang memprihatinkan. Namun uniknya, kelas ruang belajar untuk siswa cukup baik. Mungkin guru-guru yang ada disini lebih memprioritaskan sarana pembelajar untuk anak-anak didiknya, dibandingkan untuk kepentingan para guru. Menurut penuturan gurunya, ruang belajar baru saja direnovasi tahun lalu (2014). 
Namun, menurut pribadi saya, sekolah ini butuh renovasi lagi, khusus untuk ruang gurunya. 

Anak-anak Diajak Memiliki Cita-cita yang Tinggi
Wah luar biasa ternyata para inspirator dan dokumentatornya. Inspirator ada yang berpfofesi sebagai pegawai swasta Chevron, manager Efek Rumah Kaca, dosen, bidan, fotografer, videografer, dan lain sebagainya (untuk yang bertugas di SDN 2 Dukuh). 

Saat itu, saya menjumpai beberapa anak SD yang sedang menuliskan cita-cita mereka untuk masa depannya, mereka bertiga ini berharap menjadi anggota TNI-AU, saat saya bertanya, "Kenapa ingin jadi TNI? Apa bapak kalian seorang TNI juga?" Mereka menjawab dengan jujur dan polosnya, "Bapak saya bukan TNI, tapi petani. Iya gak tau (kenapa ingin jadi TNI)." Luar biasa, semangat mereka. 

Hal yang membuat saya tergugah lagi adalah saat mewawancarai Shani, seorang pramugari cantik yang masih berusia 27 tahun ini. Saat ditanya bagaimana menjadi seorang guru dengan seorang oramugari, kesannya? 

"Anak-anak di Cirebon lebih kalem, dan baik-baik. Tidak jauh berbeda, karena menjadi pramugari akan selalu bertemu dengan orang yang berbeda. Namun berupaya melakukan pendekatan bersama mereka, pelan-pelan kita coba. Sama anak-anak kita harus bisa dibawa main aja." kata pramugari yang pernah menjadi karyawan Freeport, Papua ini. 

Namun siapa sangka, profesi pramugari yang ia jalankan saat ini, bukan semata-mata dari lulusan Akademi Perhotelan atau Wisata. Namun, ternyata wanita yang memiliki nama lengkap Shani Nurhadi ini adalah seorang lulusan Institut Teknologi Bandung. Wah benar-benar istimewa pramugari ini, (menurut saya). Ia rela mau jadi guru sehari, hanya untuk mengajar, menginspirasi anak-anak. Sehari mengajar, seumur hidup menginspirasi, itu katanya.

About Santosa SPd

Kami adalah anggota Komunitas Blogger Cirebon, menulis, meliput, mengedukasi, dan membangun Cirebon melalui internet dan teknologi adalah misi kami untuk mewujudkan Cirebon Smart City. Bergabunglah bersama kami, follow @Rebon_Org atau Wa 085224731010.

5 komentar:

  1. luar biasa mas, terharu ane membacanya

    ReplyDelete
  2. Iya kelas yang penuh dengan inspirasi, profesi mana yang akan kita ambil :)
    terutama untuk anak-anak sd, agar mereka punya cita-cita...

    ReplyDelete
  3. kenapa ingin jadi TNI? Kenapa tida Petani,,, jika para anak tidak punya cita cita petani mungkin 20 tahun kedepan petani akan punah dan Indonesia hanya jadi negara impor pangan

    ReplyDelete