Cerita Rakyat Tentang Kata "Grage" dan Angkot GG di Kota Cirebon

Angkutan umum di Kota Cirebon tempo doloe | Foto: CirebonAsli.blogspot.com
Cerita Rakyat - Rebon.Org, Awal mula kata Grage dan nama GG/06 angkutan kota Cirebon bukan karena tanpa sebab atau tanpa cerita.

Mulai dari Angkot GG Hingga Grage
Jurusan angkot Celancang - Gunung Sari ini kenapa bukan CG?

Ternyata awalan GG singkatan dari Gunung Jati - Gunung Sari, awal mulanya seperti itu, mengangkut para penumpang dari terminal Gunung Sari menuju lokasi ziarah Gunung Jati. Namun, karena para penduduk juga yang biasa berdagang di Pasar Celancang ingin ke Pasar Pagi (Kota Cirebon) semakin banyak, maka trayek angkutan jurusan Gunung Jati - Gunung Sari menjadi semakin panjang.

Hingga saat ini jumlah angkutan umum sudah semakin banyak dan penumpang setianya pun masih ada. Namun, perkembangan pasar roda dua saat ini pun terus mengalami peningkatan, sehingga penumpang mobil angkutan umum semakin sedikit.

Hal yang unik juga tentang angkutan umum di Kota Cirebon adalah, semua angkutan umum pasti mengelilingi terminal Gunung Sari yang saat ini sudah berubah menjadi Grage Mall. Kata Grage pun berasal dari bahasa Belanda "Garage" yang artinya adalah Garasi. Cirebon merupakan tempat parkirnya gerbong-gerbong kereta milik VOC yang difungsikan untuk mengangkut hasil ladang orang Indonesia seperti gula, padi, kopi, jahe, untuk dijual ke pemerintah Belanda.

Grage juga banyak digunakan untuk percakapan bahasa bebasan, dengan menyebut, "Kula Tiyang Grage" yang artinya Saya adalah orang Cirebon.


About Santosa SPd

Kami adalah anggota Komunitas Blogger Cirebon, menulis, meliput, mengedukasi, dan membangun Cirebon melalui internet dan teknologi adalah misi kami untuk mewujudkan Cirebon Smart City. Bergabunglah bersama kami, follow @Rebon_Org atau Wa 085224731010.

0 komentar:

Post a Comment